Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Ceritakan Impianmu atau Diam

Sewaktu saya awal memutuskan untuk membuka Toko Online Lubaid Distro, impian saya hanya satu. Menambah penghasilan saya. Lalu saya baca-baca beberapa buku, ikut pelatihan-pelatihan online, komunitas-komunitas pengusaha dan lain-lain yang bisa membantu saya untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan saya dalam berbisnis.

Setiap saya mengikuti pelatihan-pelatihan bisnis hal yang biasanya ditanyakan adalah apa impian saya. Apa impian kita. Maka ketika ditanya seperti itu saya akan menceritakan, menjelaskan dengan semangat apa impian saya. Lalu diminta menuliskan impian lalu upload ke sosial media. Namun tahun lalu saya dapat ilmu baru tentang impian setelah mengikuti Kickstart-nya Mas Fikry. Dari hal tersebut saya mengelompokkan orang-orang sesuai metode ini dalam 2 kelompok.


Pertama, orang yang memvisualisasikan impiannya.


Mereka adalah tipe orang yang semangat sekali jika berbicara tentang impiannya. Memvisualisasikannya pun beragam. Mulai dari menuliskannya dibuku catatan atau diary. M…

Jangan Sampai Kehilangan Gairah

Gantungkanlah Cita-Citamu Setinggi Langit - AnonymBermimpilah Setinggi Langit, Jika Engkau Jatuh Kau Akan Jatuh Diantara Bintang-Bintang - Ir. Soekarno
Kalimat-kalimat itu adalah salah dua dari jutaan kalimat tentang cita-cita dan impian. Sewaktu kita kecil dulu banyak yang bertanya pada kita tentang apa cita-cita kita. Setelah dewasa kita ditanya tentang impian kita.

Setiap ditanya tentang cita-cita maka sebagian besar dari kita akan menjawab dengan berbagai macam profesi mulai dari dokter, tentara, polisi dan lain sebagainya. Entah darimana awalnya cita-cita itu isinya bisa profesi. Mungkin karena sewaktu kecil hal tersebut dibuat menjadi sederhana oleh orangtua agar kita memiliki tujuan hidup. Tujuan belajar dan semangat menuntut ilmu.

Secara pribadi, dulu sewaktu kecil ketika saya ditanya cita-cita saya apa, saya akan menjawab menjadi tentara. Bangga rasanya bisa memakai seragam loreng, muka dicoreng-coreng dan merangkak membawa senjata. Apalag beraksi di daerah yang banyak ranjau. S…

Penyesalan, Kebenaran Atau Kesalahan?

Aku menyesal. Aku menyesal tentang masa lalu yang telah merusak masa depan. Andai saja dulu aku tidak kenal dengan keburukan dan hanya berteman dengan kebaikan. Ahh... Mengingat itu aku jadi merasa hina sendiri. Seharusnya aku tidak menyesalinya karena itu adalah jalan yang kupilih. Tapi bukankah pertaubatan juga memerlukan rasa penyesalan? Tapi kenapa sesal selalu datang belakangan?
Ku dengar seorang ustadz berkata bahwa ketika kita melakukan kejahatan maka dicabut iman, kebersihan hati, nikmat kebaikan dan lain-lain sebagainya yang baik-baik. Setelah kita selesai dengan kejahatan dan kemaksiatan maka semua yang dicabut dikembalikan. Iman dikembalikan pada tempatnya sehingga muncullah penyesalan. Timbullah hati yang penuh kebaikan meratapi kelakukan bejad yang sudah dilakukan. Itulah kenapa penyesalan selalu datang belakangan.
Seperti yang aku rasakan saat ini. Kau adalah kejahatan bagiku. Saat ini. Perkenalan denganmu harusnya tidak terjadi di kala itu. Aku adalah selembar kertas puti…