Langsung ke konten utama

Berbicaralah Yang Baik atau Diam!

Bismillahirrohmanirrohim...




مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت 
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaqun Alaih)

Salam saudaraku!

Hidupku dan hidupmu hari ini, puji syukur, masih dalam lindungan Allah Rabbul 'Alamin. Lebih bersyukur lagi, kita masih diberikan nikmat berbicara, berpendapat, melihat juga merasa.


Saya sudah lama sekali tidak menulis (padahal ini mengetik loh!). Saking lamanya tulisan saya sampe jelek! Hehehe. Saat ini saya tertarik sekali untuk menulis, karena saya sudah lama memperhatikan kejadian-kejadian dan lika-liku kehidupan baik nyata maupun maya yang sudah banyak sikut-sikutan, gesekan-gesekan yang dirasakan oleh kita semua tentang Indonesia belakangan ini.

Apalagi mendekati Pilkada serentak yang akan diadakan di Indonesia. Saya melihat terutama di Jakarta, 'serangan' yang dilancarkan dari pihak-pihak calon gubernur yang ditujukan ke lawannya. Saya muak sekali sebetulnya membaca di timeline facebook isinya hanya menjelek-jelekkan saja. Saya sempat terbawa arus karena hal itu. Saya ikut berkomentar negatif. Semoga Allah mengampuni saya.

Dalam hal ini saya ingin mengingatkan diri saya juga kepada teman-teman baik, sahabat-sahabat saya juga semua pembaca pada umumnya bahwa ada pesan dari Rasulullah yang sudah kita lupakan, yaitu pesan kepada orang yang beriman pada Allah dan hari akhiur tentang perkataan yang baik. Hadits itu sudah saya tuliskan di awal tulisan ini.

Kenapa Rasulullah sampai mengatakan hal itu? Kenapa Rasulullah sampai menyebutkan “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir"? Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan dalam Syarah Arbain, bahwa Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Jika seseorang hendak berbicara maka hendaklah dia berpikir terlebih dahulu. Jika dia merasa bahwa ucapan tersebut tidak merugikannya, silakan diucapkan. Jika dia merasa ucapan tersebut ada mudharatnya atau ia ragu, maka ditahan (jangan bicara).”



Namun zaman ini, perkataan itu bukan hanya yang kita 'ucap' namun juga termasuk pemikiran-pemikiran yang kita tulis baik melalui blog, facebook, twitter juga social media lainnya atau media elektronik lainnya. Kita selalu (saya menyebut kita karena saya pun demikian) tidak berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara (baik lisan ataupun tulisan di social media) apakah itu akan menyakiti seseorang atau tidak. Bahkan kita ini tidak peduli.

Ya Allah betapa rusaknya akhlakku!

Kita, dalam hal ini, dengan mudahnya mendapati keburukan orang lain. Sedangkan kita lupa akan 'pakaian' kita sendiri, apakah layak kita kenakan atau tidak. Kita selalu dengan entengnya mengumbar aib-aib orang lain, tapi kita lupa bahwa jika pun kita sendiri, kita selalu bermaksiat.

Oh Wahai Allah. Rasul sudah mengingatkan kami untuk tidak mengumbar aib saudara kami. Tapi kami tidak menghiraukannya.
لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Tidaklah seseorang menutupi aib orang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim)
مَنْ سَتَرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ فِي الدُّنْيَا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Barangsiapa menutupi (aib) saudaranya sesama muslim di dunia, Allah menutupi (aib) nya pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Sebaliknya, siapa yang mengumbar aib saudaranya, Allah akan membuka aibnya hingga aib rumah tangganya.


مَنْ سَتَرَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ سَتَرَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ كَشَفَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ كَشَفَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ حَتَّى يَفْضَحَهُ بِهَا فِي بَيْتِهِ
“Barang siapa yang menutupi aib saudaranya muslim, Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat, dan barang siapa mengumbar aib saudaranya muslim, maka Allah akan mengumbar aibnya hingga terbukalah kejelekannya di dalam rumahnya.” (HR. Ibnu Majah)

Allah! Allah! Allah! Ampuni kelalaian kami.

Saudaraku, inginkah kita seperti itu? Mengabaikan perintah Rasul? Tidak ingin kah kita mengikutinya? Sudah lah, sudah. Cukupkan sampai disini. Jika kita melihat keburukan haruskah kita mengumbarnya? Dengan mengumbarnya apakah akan membuat kita menjadi baik? suci?

Allah Yarham...
Saudara, maafkan jika saya ini sok tau. Saya hanya ingin kita saling mengingatkan, bukankah itu fungsinya kita bersaudara? Fungsinya kita berbangsa? Yaitu saling mengingatkan dalam kebaikan?

Saya ingin melihatmu bercanda, tertawa, bukan pencari kesalahan, pembenci dan lain sebagainya. Saya ingin kita terus bercanda, di dunia nyata ataupun maya. Saat kita sedang bersama atau saat kita sedang tidak duduk ngopi di satu meja. Saya hanya ingin hidup tanpa pertanyaan "kau dukung siapa?" Aku hanya ingin itu. Maukah kamu mengabulkannya? Yuk! Kita berjabat tangan!

Di medan pertempuran
Waktu Tahajjud - Saif ibn Butabi

Postingan populer dari blog ini

Kifayatul Ghulam (Muqaddimah)

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam sahabat! Mulai sekarang insyaALLAH ane mau sempatkan menuliskan terjemahan kitab Kifayatul Ghulam karangan Syekh Ismail Al-Minangkabawi. Pembacaan kitab ini biasanya dilaksanakan pada Ahad pertama dan ketiga setiap bulannya di Jakarta dengan teman-teman Hadroh Masjid Jami' Baiturrahman Cakung.
Tapi karena ane sekarang lagi tugas keluar pulau jadi ngaji Kitab diliburkan dulu. Oleh karena itu tergerak dari hati ane yang ingin melanjutkan pengajian kitab ini maka ane tuliskan di blog biar bisa dibaca sama yang lain juga. Tapi jangan salah-salah tafsir, kalo ada yang ragu antum bisa tanya ke ane langsung.

Mari kita mulai pembacaan kitab ini.
Inilah kitab KIFAYATUL GHULAM yang menjelaskan tentang Rukun Islam dan Syarat-syaratnya. Artinya ini kitab yang memadai bagi budak (orang) yang baru belajar. Ini kitab pada menyatakan rukun Islam yang lima dan syaratnya karangan MAULANA WA QUDWATUNA SYEKH ISMAIL ALMINANGKABAWI (semoga ALLAH merahmatinya dan memberikan …

Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...BAB. Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat Melanjutkan pelajaran kita pada bab sebelumnya pada kitab Kifayatul Ghulam yang masih muqaddimah. Sekarang kita masuk ke BAB syahadat. Kita pelajari satu-satu tentang syarat sah, fardhu, kesempurnaan dan rukun Syahadat. Sebelum kita mengetahui tentang apa saja yang membatalkan syahadat.
Kita langsung saja mulai pembahasan ini.
Bismillahirrohmanirrrohim....
Bermula Syarat Sah syahadat itu ada 4 perkara : DiketahuiDiikrarkanDitasdiq kanDiamalkanDemikianlah Syarat sah syahadat...
Adapun Fardhu Syahadat itu ada 2 perkara : Diikrarkan dengan lidahDitasdiq kan dengan hatiAdapun kesempurnaan Syahadat itu ada 4 perkara : MengetahuiIkrarTasdiqYakinDemikianlah kesempurnaan syahadat...
Adapun rukun Syahadat itu ada 4 perkara : Meng- ITSBAT-kan Dzat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Sifat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Af'al ALLAHMeng- ITSBAT-kan kebenaran RasulullahDemikianlah rukun syahadat...
Hanya sedikit yang saya sampaikan malam ini, m…

Sungai Je'ne Berang

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam Sobat,
Bagaimana kabar kalian hari ini? Puasa di hari ke-9 nya lancar gak? Pasti lancar donk ya? hehe. Oh ya sobat, ga nyangka saya di Makassar sudah 27 hari (sampai hari ini) mulai dari keberangkatan saya tanggal 3 juli-saat ini tanggal 29 Juli 2012. Lama juga ya? kangen juga sama keluarga di Jakarta sobat. Ane melalui hari-hari di bulan Ramadhan sampai tanggal ini dengan makan sahur dan buka sendirian kalau ga diajak buka sama teman kantor. Emang berasa sedih kadang-kadang sobat! apalagi pas bangun sahur sendirian yang biasanya ane di bangunin ama Ummi ane sekarang mah bangun sendirian. :(
Tapi bukan itu yang mau ane post malam ini. Sesuai judul di atas SUNGAI JE'NE BERANG.