Langsung ke konten utama

Petunjuk

Bismillahirrohmanirrohim...


Sudah berkali-kali aku jatuh tersungkur berkalang sajadah di sepertiga malam, sekedar bertanya pada Tuhan Yang Maha Penyayang akan "untuk siapa kerinduanku ini?". Dan berkali-kali pula wajahmu datang ke mimpiku dengan berbagai cara. Pun dengan berbagai cara pula aku menyangkalnya, apakah benar dirimu?

Aku berjalan setiap pagi memenuhi panggilan-panggilan Kasih dari para penyeru. setiap seretan sandal jepitku terdengar isak tangis penyesalan. Penyesalan akan petunjuk dari Yang Maha Penyayang, apakah benar dirimu?

Ternyata aku sadar aku tak sanggup menahan ini sendirian. Ingin aku berkata langsung pada sosok mu yang teguh bak keperkasaan para Sparta dari Yunani, bahwa aku selalu bermimpi tentang dirimu. Bahwa Tuhan berbicara padaku, pria yang terombang-ambing karena rindu Nya. Tapi selalu aku termangu, lidahku kelu! akhirnya kusampaikan pesan-pesan itu melalui jari-jariku yang coba menuliskan petunjuk dari Tuhan ini. Tapi? Apa yang kulakukan, aku malah mengganggu waktumu. Ah, dasar bodoh. Tak bisa lagi aku peka terhadap dirimu.

Kugunakan cara lainnya untuk sampaikan hal itu, aku coba berbicara langsung dengan gemetar, kucoba tatap dirimu dengan penuh harapan, tapi lihat! lagi-lagi yang kulakukan adalah kebuntuan. Oh wahai, yang memiliki petunjuk dengan cara apalagi kusampaikan? Lalu Sang Maha Sayang berkata "Sampaikan lah melalui percakapanku"

Kubuka kitab suci yang penuh debu, yang sudah lama sekali tidak aku buka. Kusiapkan bantal untuk menopangnya, kubuka lembar-lembarnya, mencari-cari tanda yang sudah aku buat dulu. Kumulai dengan memohon perlindungan dan memuji kepada Kasih Sayang Nya yang Meraja. Kusampaikan setiap bait-bait cinta yang disampaikan Tuhan lalu kukirim padamu. Tapi? lagi-lagi aku merusaknya! aku mengganggu hatimu.



Aku tersungkur lagi dengan otot paha yang luka, kutekuk kakiku dengan berbagai keluhan. Kurasakan dingin menyerang pahaku ketika aku duduk tasyahud. Oh ini yang namanya sakit, tidak luka diluar tapi sakitnya luar biasa di dalam. Lalu kupanjatkan puji-pujian bagi Dzat Yang Menciptakan Cinta dan memberikannya pada setiap makhluk. Aku bertanya lagi, "Tuhan, apakah benar ini petunjuk dari Mu? atau hanya khayalanku? Tolong aku Tuhan, sepertinya hatinya sudah beku. Bantu aku sampaikan..."

Tidak ada jawaban. Tidak ada mimpi. Tidak ada apa-apa, Kekasih.

Yang kudapat malah rasa yang campur aduk, keinginan, kebutuhan, kerinduan, penyesalan, ketakutan, keyakinan, kepercayaan, keraguan dan lain sebagainya. Aku tak mampu bertahan, akhirnya kutuliskan pesan-pesan itu kembali dalam tulisan-tulisan, ketikan-ketikan, berharap kau membaca dengan hati yang tenang, jauh dari keegoan. Bahwa...



Aku bermimpi bertemu denganmu saat kita umroh, lalu kita pergi melihat bunga sakura yang sedang bermekaran di negeri matahari terbit. Ya, Jepang! Lalu kita menyelam bersama di raja ampat, lalu terbang ke titik awal Indonesia, Sabang. Ohh, kasih, tahukan kau bahwa dalam mimpiku kita berjabat tangan dengan Xanana Gusmao, aku tak tahu kenapa dia hidup dalam mimpiku dan menerima kita di Istananya, di Timor Timur. Lalu aku memfoto dirimu yang sedang bergaya berlatar pemandangan malam Wat Khanon Temple. Lalu sebelum aku terbangun aku melihatmu tersenyum manis sambil menari di tembok besar china.

Kasih, bukan ku pergi darimu, tapi kau yang "menyumbangkanku" dan menjauhiku. Maaf, aku salah. Ya, aku yang pergi darimu. Tapi kini bukan aku datang untuk berlari dari kenyataan bahwa aku ditipu "lagi" oleh cinta. Hahaha. Aku tau kau tak mau tau. Tapi apa yang bisa kulakukan? Memaksamu untuk mendengarkan ceritaku? Lalu memaksamu untuk memahaminya, aku tak sejahat itu. Aku hanya ingin sampaikan petunjuk ini, mungkinkah kau punya jawabannya? Kenapa kau yang datang ke mimpiku seolah itu jawaban dari Tuhan ketika ku minta tulang rusukku datang?

Oh kasih, maafkan jika kehadiranku "kembali" membuat mu terganggu. Bukan maksudku untuk mempermainkanmu, tapi aku yang dipermainkan perasaanku. Sudah saatnya kah aku menyerah pada keangkuhanmu? Atau kau ingin melihatku berpeluh darah sambil tersenyum padamu dalam dahsyatnya lautan cinta? Kasih, tak mampu lagi ku tatap wajahmu dan mengajakmu untuk mengarungi kehidupan bersama di bahteraku. Aku tak sampai hati. Namun kuharap, jangan biarkan kebekuan memisahkan rasa kita. Jika bukan keinginan hidup bersama, biarkan tumbuh rasa kasih dari persaudaraan antara kita.

Biarkan aku tetap mencintaimu dalam keheningan, ini berat, kekasih, biar aku yang menanggungnya.

di medan pertempuran
20/03/2015

Postingan populer dari blog ini

Kifayatul Ghulam (Muqaddimah)

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam sahabat! Mulai sekarang insyaALLAH ane mau sempatkan menuliskan terjemahan kitab Kifayatul Ghulam karangan Syekh Ismail Al-Minangkabawi. Pembacaan kitab ini biasanya dilaksanakan pada Ahad pertama dan ketiga setiap bulannya di Jakarta dengan teman-teman Hadroh Masjid Jami' Baiturrahman Cakung.
Tapi karena ane sekarang lagi tugas keluar pulau jadi ngaji Kitab diliburkan dulu. Oleh karena itu tergerak dari hati ane yang ingin melanjutkan pengajian kitab ini maka ane tuliskan di blog biar bisa dibaca sama yang lain juga. Tapi jangan salah-salah tafsir, kalo ada yang ragu antum bisa tanya ke ane langsung.

Mari kita mulai pembacaan kitab ini.
Inilah kitab KIFAYATUL GHULAM yang menjelaskan tentang Rukun Islam dan Syarat-syaratnya. Artinya ini kitab yang memadai bagi budak (orang) yang baru belajar. Ini kitab pada menyatakan rukun Islam yang lima dan syaratnya karangan MAULANA WA QUDWATUNA SYEKH ISMAIL ALMINANGKABAWI (semoga ALLAH merahmatinya dan memberikan …

Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...BAB. Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat Melanjutkan pelajaran kita pada bab sebelumnya pada kitab Kifayatul Ghulam yang masih muqaddimah. Sekarang kita masuk ke BAB syahadat. Kita pelajari satu-satu tentang syarat sah, fardhu, kesempurnaan dan rukun Syahadat. Sebelum kita mengetahui tentang apa saja yang membatalkan syahadat.
Kita langsung saja mulai pembahasan ini.
Bismillahirrohmanirrrohim....
Bermula Syarat Sah syahadat itu ada 4 perkara : DiketahuiDiikrarkanDitasdiq kanDiamalkanDemikianlah Syarat sah syahadat...
Adapun Fardhu Syahadat itu ada 2 perkara : Diikrarkan dengan lidahDitasdiq kan dengan hatiAdapun kesempurnaan Syahadat itu ada 4 perkara : MengetahuiIkrarTasdiqYakinDemikianlah kesempurnaan syahadat...
Adapun rukun Syahadat itu ada 4 perkara : Meng- ITSBAT-kan Dzat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Sifat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Af'al ALLAHMeng- ITSBAT-kan kebenaran RasulullahDemikianlah rukun syahadat...
Hanya sedikit yang saya sampaikan malam ini, m…

Sungai Je'ne Berang

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam Sobat,
Bagaimana kabar kalian hari ini? Puasa di hari ke-9 nya lancar gak? Pasti lancar donk ya? hehe. Oh ya sobat, ga nyangka saya di Makassar sudah 27 hari (sampai hari ini) mulai dari keberangkatan saya tanggal 3 juli-saat ini tanggal 29 Juli 2012. Lama juga ya? kangen juga sama keluarga di Jakarta sobat. Ane melalui hari-hari di bulan Ramadhan sampai tanggal ini dengan makan sahur dan buka sendirian kalau ga diajak buka sama teman kantor. Emang berasa sedih kadang-kadang sobat! apalagi pas bangun sahur sendirian yang biasanya ane di bangunin ama Ummi ane sekarang mah bangun sendirian. :(
Tapi bukan itu yang mau ane post malam ini. Sesuai judul di atas SUNGAI JE'NE BERANG.