Langsung ke konten utama

Oh Wahai, Kekasih

Bismillahirrohmanirrohim...


Tadi pagi, seperti biasa kubangun dengan wajahmu yang selalu kuingat. Kulihat handphone tapi yang kudapati wajah cantikmu di wallpaper hape ku. Ah, aku lupa, aku sendiri yang memasangnya meski tanpa seijinmu. Hahaha. Andai saja setiap aku bangun benar-benar sosok dirimu yang tersenyum seperti itu dan menyiapkan sarapan pagi. Ohhh.... pasti indahnya.

Tapi, aku tahu diri. Itu kan hanya hayalanku. heuheuheu. Tapi sekali lagi aku ingin memberitahumu, bahwa istikharahku menghasilkan wajahmu, sosokmu, senyummu, tingkah lakumu, sentuhanmu dan dirimu. Ya dirimu. Aku harus bercerita seperti apalagi. Kau tak acuh. Aku pun malu.

Sempat aku bersujud dalam keheningan dan meminta kepada Yang Maha Kuasa untuk memperjelas tanda-tanda ini. But, apalagi yang aku dapat. Bayangan wajahmu semakin sering muncul dalam mimpiku, dalam nyataku. Ahh, aku tidak terganggu dengan hal itu tapi malah membuatku menjadi semakin yakin.

Jika kau berani mengganggu mimpiku, maka aku pun 'memberanikan diri' untuk mengganggumu di dunia nyata. Hahaha. Aku tahu kamu risih. Tapi apalagi yang dapat aku lakukan? Coba, kasih tau deh. :D

Terkadang kita bisa merencanakan sesuatu, tapi tetap Tuhan lah yang punya Kuasa untuk menentukan. Asal kau tahu, bahwa keisenganku, kejahilanku, aku yang mengganggumu, chat-chat ku terhadapmu, terhadap kakakmu dan lain-lain, dan lain-lain, itu semua bukanlah kehendakku. Semua itu Kehendak Dari NYA. Aku punya kuasa apa sampai mampu berkehendak? Aku hanya #akting terhadap skenario NYA yang menjadikanku untuk melakukan itu semua. Dan aku pun tahu kau sedang memainkan peranmu atas Kehendak NYA dengan jutek, cuek, jarang-jarang bales, merasa terganggu dan lain sebagainya.


Hahahaha. Aku menertawakan hal ini semua. Katanya, kau tidak bisa disebut mencinta sampai kau menertawakan akal sehatmu dan kematianmu. Mungkin aku sedang jatuh cinta? Jatuh cinta terhadapmu yang bahkan tak pernah aku temui, jangankan kau, keluargamu saja tak pernah aku temui. 

Aku selalu merindukanmu. Dan lagi-lagi katanya, puncak rindu paling dahsyat itu adalah ketika kita tak saling ngabari namun saling memeluk dalam doa. Hei, bahkan aku tak mengabarimu dalam waktu yang lama, bahkan mungkin kau tak pernah tahu wajahku. Tapi dalam waktu yang lama itu, sampai nanti benar-benar aku datang dan kau siap kunikahi, aku akan selalu memelukmu dalam doa, Wahai Jodohku.

Kutulis ini dengan tawa dan tangis yang bercampur menjadi satu. Aku tak tahu dengan airmata mana lagi mesti kusentuh hatimu, yang kutahu hanya Tuhanku menginginkan skenario ini yang kulakukan. Yaitu menulis. Ingin ku menyampaikan langsung kepadamu, tapi aku takut tak kuat, karena ku yakin pasti kau sedang bermesraan dengan pria lain disana. Lalu aku? Aku menyibukkan diri bak pesolek agar dapat mengubah raut wajahmu saat melihatku.

Tak ada senang, tak ada susah... Tangisku sudah melebur di dalam tawa, tawaku telah mencebur dalam samudera tangis. - Sudjiwo Tedjo

Sudahlah, kekasih, aku tahu bahwa sesungguhnya perempuan adalah selalu tentang yang tak diucapkannya. Jika aku lah yang tak kau ucapkan maka biarkan cinta itu tumbuh dan berkembang. Jangan halangi.

Di Medan Pertempuran

Malam Rabu, 31/03/2015 

Pos populer dari blog ini

Kifayatul Ghulam (Muqaddimah)

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam sahabat! Mulai sekarang insyaALLAH ane mau sempatkan menuliskan terjemahan kitab Kifayatul Ghulam karangan Syekh Ismail Al-Minangkabawi. Pembacaan kitab ini biasanya dilaksanakan pada Ahad pertama dan ketiga setiap bulannya di Jakarta dengan teman-teman Hadroh Masjid Jami' Baiturrahman Cakung.
Tapi karena ane sekarang lagi tugas keluar pulau jadi ngaji Kitab diliburkan dulu. Oleh karena itu tergerak dari hati ane yang ingin melanjutkan pengajian kitab ini maka ane tuliskan di blog biar bisa dibaca sama yang lain juga. Tapi jangan salah-salah tafsir, kalo ada yang ragu antum bisa tanya ke ane langsung.

Mari kita mulai pembacaan kitab ini.
Inilah kitab KIFAYATUL GHULAM yang menjelaskan tentang Rukun Islam dan Syarat-syaratnya. Artinya ini kitab yang memadai bagi budak (orang) yang baru belajar. Ini kitab pada menyatakan rukun Islam yang lima dan syaratnya karangan MAULANA WA QUDWATUNA SYEKH ISMAIL ALMINANGKABAWI (semoga ALLAH merahmatinya dan memberikan …

Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...BAB. Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat Melanjutkan pelajaran kita pada bab sebelumnya pada kitab Kifayatul Ghulam yang masih muqaddimah. Sekarang kita masuk ke BAB syahadat. Kita pelajari satu-satu tentang syarat sah, fardhu, kesempurnaan dan rukun Syahadat. Sebelum kita mengetahui tentang apa saja yang membatalkan syahadat.
Kita langsung saja mulai pembahasan ini.
Bismillahirrohmanirrrohim....
Bermula Syarat Sah syahadat itu ada 4 perkara : DiketahuiDiikrarkanDitasdiq kanDiamalkanDemikianlah Syarat sah syahadat...
Adapun Fardhu Syahadat itu ada 2 perkara : Diikrarkan dengan lidahDitasdiq kan dengan hatiAdapun kesempurnaan Syahadat itu ada 4 perkara : MengetahuiIkrarTasdiqYakinDemikianlah kesempurnaan syahadat...
Adapun rukun Syahadat itu ada 4 perkara : Meng- ITSBAT-kan Dzat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Sifat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Af'al ALLAHMeng- ITSBAT-kan kebenaran RasulullahDemikianlah rukun syahadat...
Hanya sedikit yang saya sampaikan malam ini, m…

Sungai Je'ne Berang

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam Sobat,
Bagaimana kabar kalian hari ini? Puasa di hari ke-9 nya lancar gak? Pasti lancar donk ya? hehe. Oh ya sobat, ga nyangka saya di Makassar sudah 27 hari (sampai hari ini) mulai dari keberangkatan saya tanggal 3 juli-saat ini tanggal 29 Juli 2012. Lama juga ya? kangen juga sama keluarga di Jakarta sobat. Ane melalui hari-hari di bulan Ramadhan sampai tanggal ini dengan makan sahur dan buka sendirian kalau ga diajak buka sama teman kantor. Emang berasa sedih kadang-kadang sobat! apalagi pas bangun sahur sendirian yang biasanya ane di bangunin ama Ummi ane sekarang mah bangun sendirian. :(
Tapi bukan itu yang mau ane post malam ini. Sesuai judul di atas SUNGAI JE'NE BERANG.