Langsung ke konten utama

Institusi Preman

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...

Tahun 2003 adalah awal saya masuk SLTP, meski sebenarnya saya lebih ingin menyebut SMP. Masa itu adalah masa-masa indah saya ketika beranjak remaja, karena saat itu adalah saat dimana saya mengenal cinta-cintaan. Haha
Tapi hari ini dengan segenap gemuruh cinta dalam hati saya membuka kembali ingatan saya ketika saya awal masuk SMP sampai saya lulus SMK. Saya ingin mengingat-ingat siapa yang pernah saya injak tangannya, tendang kakinya, menggampar wajahnya, memakinya dan lain sebagainya yang bersifat tidak manusiawi.
Tanggal 27 Februari 2014 saya update status di akun facebook saya yang saya tulis jadi beberapa kali update status, begini :
Matematika adl tidak pasti. Ia (matematika) hny ttg kesepakatan. 1+1 tdk sm dgn 2 jika kita berbicara ttg bilangan biner.
Matematikamu agak anu kayaknya. Kita tdk butuh kekerasan, pukulan, makian dan sejenisnya. Krn kita sdg tdk mencetak seorg preman.
Jd secara matematika, tdk bisa diterima kekerasan, pukulan dan makian. Kecuali kau hny ingin mencetak seorg yg juga pandai memukul dan memaki.
Camkan lah wahai pelaku pendidikan. Kita dituntut mencetak generasi bangsa yg mampu bersaing dlm bidang ilmu, bukan kekerasan.
Cukup 2 institusi saja yg rela membunuh nyawa demi sebuah ‘kesenioran’.
Saya jadi terhenyak ketika saya menulis status terakhir. Dibenak saya, tahun 2003 adalah saat dimana STPDN tersiar namanya karena kematian Praja bernama Wahyu Hidayat. Awalnya institusi dalam negeri tersebut menyebutkan bahwa kematian Kak Wahyu (semoga arwahnya diberikan tempat yang indah) karena sakit.

Lalu tiga tahun kemudian, setelah terjadi perubahan nama menjadi IPDN, giliran Praja dari Sulawesi Utara bernama Cliff Muntu yang meregang nyawa karena kesenioran, senioritas atau apalah yang mereka sebut. ‘Pembinaan’ tersebut bukannya membawa kebaikan malah membuat nyawa hilang.  Saat itu saya belum begitu paham tentang kesenioran, yang jelas saya merasakan ditendang, dimaki, dipukul wajahnya dan hebatnya saya juga pernah melakukan itu (semoga Allah mengampuni saya) terhadap junior-junior saya di Paskibra.
Keyakinan saya semakin kuat untuk merubah cara mengajar saya yang ‘senioritas’ menjadi ajaran yang lembut tapi tegas ketika melihat berita ospek maut yang merenggut nyawa mahasiswa ITN Malang bernama Fikri Dolasmantya Surya. Fikri diduga tewas karena tindak kekerasan berasaskan kesenioran yang dilakukan ketika ospek di ITN Malang. Aksi tersebut membuat saya mengingat-ingat kembali apa yang pernah saya lakukan terhadap junior-junior saya. Mulai dari memberi minum 1 botol air mineral untuk 1 pleton saja, memberi sedikit waktu istirahat, menyuruh push up meski saya tahu bahwa junior saya kelelahan.
Saya ingin sekali mengulang itu semua, tapi apa daya, penyesalan memang selalu datang di akhir. Ketika kita mulai menyadari tindakan kita dahulu tidak membawa manfaat sama sekali, dari situ awal kembalinya kita pada kebaikan. Saya ingin mendatangi mereka satu persatu dan minta untuk membalas perbuatan saya dahulu agar saya mendapatkan ridho dan maaf atas segala kesalahan saya. Agar saya halal nanti di barzakh. Ketika ditanya malaikat saya mampu menjawab bahwa saya sudah meminta maaf kepada Cucu Adam yang pernah terluka batin dan jasadnya akibat saya.
Saya katakan pada Robby dan Ayub sahabat saya, bahwa kita (dipaskibra) tidak mencetak seorang preman, kita mencetak orang-orang yang mampu bersaing dan bertahan dalam kehidupan masyarakat dan mampu memberikan ide, waktu dan tenaga nya bagi kehidupan sosial. Ingat! kita tidak mencetak seorang preman.
Saya tujukan tulisan ini, bagi saudara-saudara saya baik lelaki dan perempuan yang ada di ekskul atau bukan, untuk guru, untuk kakak (jangan lagi gunakan kata senior) dan semuanya yang saat ini memiliki anak didik atau adik (jangan lagi gunakan kata junior) agar mengajar dengan cara yang baik. Agar kita bangga dihadapan Tuhan kelak bahwa ilmu kita bermanfaat bagi orang banyak bukan untuk menciptakan generasi PREMAN!
15 Desember 2014, Medan Perang di Waktu sore.
ditulis oleh Alfaqir Syaif Jakarta

Postingan populer dari blog ini

Kifayatul Ghulam (Muqaddimah)

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam sahabat! Mulai sekarang insyaALLAH ane mau sempatkan menuliskan terjemahan kitab Kifayatul Ghulam karangan Syekh Ismail Al-Minangkabawi. Pembacaan kitab ini biasanya dilaksanakan pada Ahad pertama dan ketiga setiap bulannya di Jakarta dengan teman-teman Hadroh Masjid Jami' Baiturrahman Cakung.
Tapi karena ane sekarang lagi tugas keluar pulau jadi ngaji Kitab diliburkan dulu. Oleh karena itu tergerak dari hati ane yang ingin melanjutkan pengajian kitab ini maka ane tuliskan di blog biar bisa dibaca sama yang lain juga. Tapi jangan salah-salah tafsir, kalo ada yang ragu antum bisa tanya ke ane langsung.

Mari kita mulai pembacaan kitab ini.
Inilah kitab KIFAYATUL GHULAM yang menjelaskan tentang Rukun Islam dan Syarat-syaratnya. Artinya ini kitab yang memadai bagi budak (orang) yang baru belajar. Ini kitab pada menyatakan rukun Islam yang lima dan syaratnya karangan MAULANA WA QUDWATUNA SYEKH ISMAIL ALMINANGKABAWI (semoga ALLAH merahmatinya dan memberikan …

Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM...BAB. Syarat Sah, Fardhu, Kesempurnaan dan Rukun Syahadat Melanjutkan pelajaran kita pada bab sebelumnya pada kitab Kifayatul Ghulam yang masih muqaddimah. Sekarang kita masuk ke BAB syahadat. Kita pelajari satu-satu tentang syarat sah, fardhu, kesempurnaan dan rukun Syahadat. Sebelum kita mengetahui tentang apa saja yang membatalkan syahadat.
Kita langsung saja mulai pembahasan ini.
Bismillahirrohmanirrrohim....
Bermula Syarat Sah syahadat itu ada 4 perkara : DiketahuiDiikrarkanDitasdiq kanDiamalkanDemikianlah Syarat sah syahadat...
Adapun Fardhu Syahadat itu ada 2 perkara : Diikrarkan dengan lidahDitasdiq kan dengan hatiAdapun kesempurnaan Syahadat itu ada 4 perkara : MengetahuiIkrarTasdiqYakinDemikianlah kesempurnaan syahadat...
Adapun rukun Syahadat itu ada 4 perkara : Meng- ITSBAT-kan Dzat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Sifat ALLAHMeng- ITSBAT-kan Af'al ALLAHMeng- ITSBAT-kan kebenaran RasulullahDemikianlah rukun syahadat...
Hanya sedikit yang saya sampaikan malam ini, m…

Sungai Je'ne Berang

Bismillahirrohmanirrohim..
Malam Sobat,
Bagaimana kabar kalian hari ini? Puasa di hari ke-9 nya lancar gak? Pasti lancar donk ya? hehe. Oh ya sobat, ga nyangka saya di Makassar sudah 27 hari (sampai hari ini) mulai dari keberangkatan saya tanggal 3 juli-saat ini tanggal 29 Juli 2012. Lama juga ya? kangen juga sama keluarga di Jakarta sobat. Ane melalui hari-hari di bulan Ramadhan sampai tanggal ini dengan makan sahur dan buka sendirian kalau ga diajak buka sama teman kantor. Emang berasa sedih kadang-kadang sobat! apalagi pas bangun sahur sendirian yang biasanya ane di bangunin ama Ummi ane sekarang mah bangun sendirian. :(
Tapi bukan itu yang mau ane post malam ini. Sesuai judul di atas SUNGAI JE'NE BERANG.